Minggu, 27 Maret 2011

Keistimewaan- keistimewaan Madzhab Syafi'I



Madzhab Syafii terhiasi dengan banyak keutamaan dan keistimewaan. Diantara keutamaan dan keistimewaan tersebut adalah:

1. Perhatian pendiri madzhab, yakni Imam Syafii r.a. terhadap dalil yang diambil dari al- Quran, as- Sunnah, dan Atsar sehingga beliau berguru pada Imam Darul Hijrah Malik bin Anas. Imam Sunnah Imam Ahmad bin Hambal dan mayoritas ulama besar ilmu Hadist menuntut ilmu pada Imam Syafii dan mengikuti madzhab beliau, sehingga sebagian ulama besar ilmu Hadist tersebut menjadi imam- imam madzhab Syafii seperti al- Baihaqi dan Ibnu Hajar al- Asqalani.

Mereka ikut serta dalam membaktikan diri mereka pada madzhab Syafii dengan menegakkan dalil- dalil nash sebagai titik totalitas khidmah mereka. Bahkan, ulama ilmu Hadist yang bermadzhabkan Syafii – dilihat dari segi jumlah – hampir mencapai setengah dari jumlah ulama ilmu Hadist umat Islam.

Imam – Imam Madzhab Syafi’i


Diantara para perawi madzhab Qadim yang berpengaruh adalah Imam Ahmad bin Hanbal, Abi Tsauri, az- Za’farani, dan al- Karabisi.

Catatan:
Madzhab dalam konteks ini lebih dikenal dengan sebutan Qoul yang mempunyai arti sama yaitu ajaran, apabila dikorelasikan dengan lafadz Qadim bermakna ajaran terdahulu.
-----ooOoo-----

Diantara murid imam Syafi’i yang meriwayatkan madzhab Jadid adalah al- Muzani, al- Buwaithi, ar- Rabi’i al- Muradi, Harmalah, ar- Rabi’i al- Jizi dan Yunus bin ‘Abdil A’la. Imam Syafi’i menyebut mereka dengan nama “Raawiyatul Madzhab”. Raawiyatul Madzhab wafat pada abad ke- 3 H.

Setelah masa Raawiyatul madzhab, muncul beberapa ulamaa’ (cendekiawan Islam) satu generasi dalam berbagai tingkat. Berikut nama-nama ulamaa’ dalam urutan abad Hijriyah.


Kitab- Kitab Terpenting dalam Madzhab Syafi'i


Catatan:
Imam Syafi’i telah mengarang beberapa kitab dalam ilmu Fiqih, diantaranya adalah: ((al- Umm)) dan ((al- Imla')). Kemudian, imam Buwaithi dan imam al- Muzaani menyusun mukhtashar dari dua kitab imam Syafi’i tersebut.

Imam Haramain mensyarahi kitab ((Mukhtashar al- Muzani)) dengan kitabnya ((Nihayah al- Mathlab Fi Diraayah al- Madzhab)).

Kemudian, imam al- Ghazali meringkas kitab ((Nihayah al- Mathlab)) dalam kitabnya ((al- Basiith)) yang diringkas lagi oleh beliau dalam kitabnya ((al- Wasiith)). Lalu beliau meringkas ((al- Wasiith)) dalam kitabnya ((al- Wajiiz)).

Selayang Pandang Sejarah Madzhab Syafi’i


Sejarah madzhab Syafi’i tersusun secara singkat ke dalam 5 fase, sebagai berikut:

Fase Awal:
At-Ta'siis (Pembentukan pondasi/ asas madzhab)
Fase Ta'siis berakhir dengan wafatnya Imam Syafi’i r.a. Beliau meninggalkan untuk kita beberapa kitab, diantaranya adalah kitab ((al- Umm)).

Fase Kedua:
An- Naql (Pemindahan/ Penyebaran madzhab)
Dalam fase ini, para murid dan sahabat imam Syafi’i berperan dalam menyebarkan madzhab beliau. Diantara kitab- kitab murid dan sahabat imam Syafi’i yang terkenal adalah kitab ((al- Mukhtasor al- Imam al- Muzani)).

Fase Ketiga:
At- Tadwin (Pembukuan/ Penulisan madzhab)
Selain pembukuan pada cabang- cabang madzhab Syafi’i, juga dilakukan peluasan pembahasan dalam bentuk masalah- masalahnya, yang tergambarkan dengan munculnya 2 metode:

Pendiri Madzhab Syafi’i


Adalah Muhammad bin Idriis as-Syafi’i al-Mutholibi. Beliau memiliki sanad yang tersambung dengan nabi Muhammad saw melalui kakeknya Abdul Manaf. Beliau dilahirkan di kota Ghazzah pada tahun 150 Hijriah dan dibesarkan di Mekkah. Beliau menuntut ilmu pada beberapa guru di Mekkah, diantaranya Imam Kholid bin Muslim az-Zanji (seorang Mufti di Mekkah), Fudail bin Iyadl dan Sufyan bin Uyainah.

Catatan:
Sebagian imam- imam madzhab Syafi’I telah menyusun manaqib (kisah kehidupan/ biografi) Imam yang agung ini. Diantara manaqib beliau yang tercetak adalah karangan;
a. al-Hafidz bin Abi Hatim,
b. al- Imam Baihaqi,
c. al- Imam Fachruddin ar- Rozi,
d. al- Hafidz Ibnu Katsir.

Sedangkan manaqib beliau yang tidak tercetak adalah yang disusun oleh;
a. al- Imam al- Qaburi,
b. al- Imam Abdul Qahir al- Baghdadi,
c. al- Hafidz bin al- Muqirri’,
d. al- Hafidz Abi Hasan al- Baihaqi (yang masyhur dengan julukan “funduuq”).

Dan masih banyak muallif manaqib beliau yang bisa dilihat di kitab ((Tarjamah al- Imam asy- Syafi’i r.a.)) dan kitab (((Siyaru A’ Lam An –Nubala’)) karya adz- Dzahabi hal 10 no 5.
-----ooOoo-----

You Are You.. .


A Poem
By Isynie Sunni Sansan

You should. ..
Have a huge spirit to do something incredible,
Lots of courage to take a risk,
And highest wish to reach and to dream.

You had better. ..
Made up your mind on what you mean,
On what you want to,
And what you will be.

You are, ..
What you do,
What you see,
What you listen,
What you talk,
So, take care of your attitude.

You . ...
Just keep your promise,
Coz you,
And only you,
Have to be “a man of your word”.

aL- HadDaD Chamber,
Tuesday 02 February 2011, 09.25 am.

My Wishes

Sebuah Catatan
Oleh: Isynie Sunni Sansan

Bismillah ar- Rahman ar- Rahim,
Dengan nama Allah aku memulai menulis harapan ini,

Wahai teman, ..
Aku ingin sekali menjadi penulis professional,
Menjadi duta besar atau seorang diplomat yang huffadz,
Menjadikan Allah swt, Rasul dan Kitab- Nya ..
Berada senantiasa dalam hatiku, mengisi fikirku, membasahi bibirku.. .
Aku ingin sekali menjadi muslim yang taat,
Baik hati, istiqomah dan berkarakter,
Memiliki prinsip hidup yang mantap.

Wahai teman, ..
Aku tahu itu semuanya takkan mudah dicapai,
Aku harus berubah dan berjuang,
Duduk terdiam, merenung dan hanya bermimpi takkan menghasilkan apa- apa,
Maka bergerak dan terus bergerak,
Produktif, aktif dan progresif ..
Adalah jawabannya ..