Selasa, 30 Juli 2013

Inspirational Words: Permata Kata Inspiratif [1]


~ You are somebody’s reason to smile.
# Kamu adalah alasan seseorang untuk tersenyum.

~ Because someone doesn’t love you the way you want them to, doesn’t mean they don’t love you with all they have.
# Karena seseorang tidak mencintaimu dengan cara yang kamu harapkan dari mereka, tidak berarti mereka tidak mencintaimu dengan semua yang mereka miliki.

~ I love it when someone’s laugh is funnier than the joke.
# Aku suka ketika tawa seseorang lebih lucu dari cara dia bercanda.

~ This is your life. Do what you love and do it often. If you don’t like something, change it. If you don’t like your job, quit. If you don’t have enough time, stop watching TV. If you are looking for the love of your life, stop. They will be waiting for you when you start doing things you love. Stop over analyzing, life is simple. All emotions are beautiful. When you eat, appreciate every last bite. Open your mind, arms, and heart to new things. And people, we are united in our differences. Ask the next person you see what their passion is and share your inspiring dream with them. Travel often. Getting lost will help you find yourself. Some opportunities only come once, seize them, life is about the people you meet and the things you create with them. So go out and start creating. Life is short, live your dream. And wear your passion.
# Ini adalah hidupmu. Lakukan apa yang kamu sukai. Dan seringlah melakukannya. Jika kamu tidak menyukai sesuatu, ubahlah. Jika kamu tidak menyukai pekerjaanmu, berhentilah. Jika kamu tidak memiliki waktu yang cukup, berhentilah termangu di depan kaca. Jika kamu sedang menelusuri cinta dalam hidupmu, berhentilah. Mereka akan setia menunggumu ketika kamu mulai melakukan hal-hal yang kamu cintai. Berhentilah menganalisa, tak perlu berpikir rumit, hidup begitu sederhana. Semua emosi yang meletup itu indah. Ketika kamu makan, nikmati tiap kunyahan yang kamu rasakan. Bukalah benakmu, lenganmu, dan hatimu pada sesuatu yang baru. Dan juga mereka, orang-orang baru. Karena kita satu dalam perbedaan kita. Bertanyalah pada seseorang di dekatmu, apakah semangat mereka, berbagilah impianmu yang begitu menginspirasi dengan mereka. Teruslah melakukan perjalanan. Dan ketika kamu tersesat, itu akan membantu menemukan siapa dirimu sebenarnya. Beberapa kesempatan hanya datang sekali, genggamlah dengan erat. Hidup adalah mereka yang kamu temui dan sesuatu yang kamu ciptakan dengan mereka. Maka, bebaskanlah dirimu dan mulailah berkarya. Hidup ini begitu singkat, hidupkanlah mimpimu dan kobarkanlah asamu.

Minggu, 16 Juni 2013

Mempresentasikan pidato dengan efektif

Seni berpidato: Intermediate level



Berbicara di depan publik adalah sebuah tantangan  tersendiri. Bahkan seorang orator atau presenter profesional manapun, pasti masih merasakan on-stage pressure, yang akrab kita sebut demam panggung. Tentu, dengan variasi kuadran yang berbeda bergantung pada how much jam terbang mereka. Karena, layaknya dokter yang sering menangani pasien, semakin ia sering ia menemukan masalah dan mempelajarinya, semakin terampil dan mumpuni pula cara ia mengatasi dan menanganinya.

Sesuai dengan definisinya, adalah satu cara mengungkapkan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan pada banyak orang. Pidato, adalah arus transformasi ide menjadi kristalisasi wacana yang eksploitatif [menarik massa], bombastis [menggemparkan massa], persuasif [mempengaruhi massa] dan konstruktif [membangun massa]. Oleh karena itu, butuh langkah yang ter-manage dengan apik dan sistematis untuk melakukannya.

Adalah yang berkesan, mampu mengobati, menggerakkan hati, menyemangatkan jiwa, membakar asa, patut dilabeli sebagai sebuah pidato yang efektif. Efektif, berarti tepat waktu, tepat daya dan tepat guna. Adalah karakter yang harus tersembul dalam jiwa seorang orator. Karena dengannya, ia akan bijak menyisir perhatian, selektif menggunakan bahasa, memadai dalam mengatur intonasi serta memilah diksi.

Sabtu, 15 Juni 2013

Cinta, lebih baik diutarakan atau dipendam ya?

Catatan Harian


Setelah dibahas ribuan tahun, virus merah jambu ini masih tidak kelar-kelas selesai dan habis diperbincangkan. Dari berbagai sisi kehidupan dengan variasi kisahnya, mulai dari yang accepted traditional-personally hingga, internasional dan kontroversial. Entah, berapa pula posting cinta yang telah tertulis dan beranakpinak di Kompasiana ini. Dan saya harap tarian pena saya mampu menyegarkan kembali kebosanan anda menganalisa cinta.

Bermula dari kisah saya sendiri, pernah mencintai seorang gadis. Ketertarikan ini lahir dari kesamaan minat kami, hobi nyemil bahasa Inggris. Sekalipun, kami beda fakultas, dia Tarbiyah dan saya Dakwah. Beberapa kali bertemu, bagi saya, sudah cukup jadi obat rindu, akannya.

Hingga akhirnya saya melanjutkan studi saya di Yaman, hati saya masih sulit mengingkari kalau saya tidak mencintainya. Suara imut dan tawa renyahnya masih jelas terngiang di telinga saya. Seakan baru kemarin saya bercakap dengannya, padahal 3 tahun telah berlalu begitu saja. Tanpa ada kabar dan berita tentangnya. Dalam hati, saya bertanya, “Apakah ini kesalahan saya, karena tidak mengungkapkan perasaan saya dulu padanya?”

Jumat, 14 Juni 2013

Calon istri, mengapa harus shalihah?

~ Catatan Harian


Seburuk apapun kelakuan seorang lelaki, pasti memiliki keinginan, sekalipun kecil, untuk meminang seorang wanita shalihah. Karena sudah menjadi tabiat manusia, menyukai keindahan dan kebaikan. “wa innahu lihubbil khoiri lasyadid”. Entah bertujuan memperbaiki keturunan atau memperturutkan nafsu belaka. Dan terserah pula bagaimana anda mendefinisikan kebaikan dan keindahan, apakah itu berkonotosi negatif atau positif?

Pasti kita sering mendengar ucapan seorang dai, “alkhobisaat lil khobitsin, - watthoyyibat lit thoyyibin”. Wanita yang buruk untuk lelaki yang buruk, wanita yang baik untuk lelaki yang baik. Dari sini, kita sudah bisa menelisik bahwa hukum Karma juga tersisip dalam Qur’an. Setiap apa yang kita lakukan, kebaikan atau kejahatan, sekecil apapun, pasti akan mendapatkan balasannya. “wa man ya’mal mitsqola dzarratin khoiron yaroh, wa man ya’mal mistqolah dzarrotin syarron yarah”. Dan tulang rusuk kita yang hilang pastinya berwatak tidak jauh dari bagaimana kita bersikap dan bergaul, ia melengkapi dan menghiasi.

Karena kelak istri akan menjadi rumah bagi sang suami, ladang pahala baginya, pendamping hidup, pengasuh keluarga, dan ibu bagi anak-anaknya. Tentu setiap orang hidup dengan background, prinsip dan kebiasaan hidup yang berbeda, hingga berbeda pula selera dan tujuan dalam memilih belahan hati mereka.

Kamis, 13 Juni 2013

Antara faktor lucky dan belajar sejak dini~

~ Catatan Harian


Mendekati ujian akhir semester ini, seperti biasanya, asrama dan pelataran kampus terlihat tenang namun ramai. Tenang karena teman-teman larut dalam konsentrasi mereka, mereview pelajaran satu semester, ramai karena mereka tidak hanya satu. Bersembunyi di balik rimbun kebun, berteduh di bawah pohon kurma yang berbuah, I’tikaf di masjid yang tenang atau hanya sekedar duduk di atas ranjang. Tiap orang serasa sibuk dan larut dalam sakaw khawatir dan tekanan ekspektasi. Mengapa demikian?

Sakaw khawatir dan tekanan ekspektasi, karena ujian akhir semester kerap kali menjadi tolak ukur dan penentu apakah kita benar-benar bisa melanjutkan level studi kita ke level yang lebih tinggi, atau tetap di kelas yang sama dengan konsekwensi mengulang satu tahun, atau dipulangkan ke Indonesia. Setidaknya, itulah aturan yang tertulis dalam kode etik universitas kami, Al-Ahgaff, Hadhramaut, Yaman.

Cermin ~

Sebuah Puisi


Bukankah kau seseorang yang layak kukagumi,
Karena cahayamu yang membias dalam cermin itu,
Aku tak sanggup tak perhatikanmu,
Karena kau benar-benar refleksi hati.
Jika sepi adalah rasa yang membunuh diri,
Dan pantulan kasih hanyalah membelahku dalam sendu,
Cukup kau tahu, jika aku selalu terhubung denganmu,
Melalui sisi lain, melalui cakrawala yang beda

Kerana dengan tanganmu memeluk tanganku,
Dengan secarik saku, penuh dengan ruh rindu,
Aku dapat berkata,
tiada tempat ku pergi dan menangis selain padamu saja,
Letakkan tanganmu pada kaca, kucoba untuk menarikmu melewatinya,
Kaca cinta yang telah lama retak,
Yang buatmu semakin tegar tak terdesak.

Kerana aku tidak ingin kehilanganmu saat ini,
Saat ku mulai menemukan dalam intaianku, separuh diriku yang lain pada dirimu,
Ruang kosong dalam hatiku menggumam dalam ratap kacau tak jelas,
Adalah kau, udara yang menghilang dan bernafas,
Menunjukkanku bagaimana tumbuh dan mengarung liar,
Kan kukatakan padamu, itu mudah seringan membelai angsa,
Tersungkur kembali padamu sekali, dimana aku takkan bisa mengerti.

Rabu, 12 Juni 2013

Bagaimana mempersiapkan dan menyampaikan sebuah pidato

Tips Improvisasi Soft-Skill Public: Seni menguasai pidato [2]


Setelah mengetahui bagaimana memoles konsep pidato dan langkah-langkah menuliskannya. Kali ini, kita akan mencoba menguak, bagaimana berlatih berpidato, sehingga membuat kita lebih mantap dan percaya diri saat menyampaikannya nanti. Juga apa saja yang perlu kita persiapkan, di hari H saat kita berpidato. Hanya memastikan semuannya akan berakhir sukses juga ada detil usahanya juga loh! Dan terakhir, bagaimana berimprovisasi saat kamu sedang menyampaikan pidato.

Selamat membaca dan semoga artikel ini membantu kamu on the stage

A.                Praktisasi Pidato
~ Atur penghitung waktu [stopwatch]. Kamu seharusnya tahu seberapa lama kamu akan menyampaikan pidato, tentu sesuai dengan kebutuhan. Jika kamu tidak dapat menyampaikan pidato ketika waktu yang diberikan terbatas, maka kamu bisa mengakalinya, baik dengan memperpendek atau memperpanjangnya. Jangan lupa untuk menghitung estimasi waktu pidato, bila di akhirnya akan ada sesi Tanya-Jawab. Menghitung waktu, membuat kamu lebih siap, tepat waktu dan tentunya, tahu bagaimana mengemas pidato dalam waktu singkat dan tidak membosankan dalam waktu lama.

~ Latih pidato kamu di depan teman-teman kamu atau di depan cermin. Latihlah bagaimana kamu menghadapi audiens kamu, setidaknya itu bisa meminimalisir rasa gugup, serta agar pandanganmu tidak terfokus pada catatan yang kamu bawa.