Sabtu, 02 April 2011

How to Debate by English II

Belajar Berdebat dengan menggunakan
Bahasa Inggris.
(Bag.II)


 Unsur- Unsur dalam Debat;
A. Argument
Sebuah argument yang baik, adalah yang sesuai dengan A- R - E – L.

 Assertion.
Pernyataan pada argument yang kita sampaikan musti tegas dan tidak meragukan.

 Reasoning.
Setiap argument yang kita berikan memiliki alasan dan landasan yang baik dan kuat.

 Evidence.
Adanya fakta aktual, realita, bukti nyata dan kongkrit, serta data statistik atau
keterangan akan semakin mengkokohkan argument yang kita miliki.

 Link Back.
Jangan sampai argument yang telah kita kumpulkan tidak memiliki koneksi atau
hubungan dengan mosi/ tema yang diperdebatkan.

B. Respons
 Mapping.
Adalah sebuah langkah dimana kita menguraikan suatu debat dengan menyusun secara ringkas alasan- alasan lawan.

 Rebuttal.
Adalah suatu pernyataan yang dibuat untuk meniadakan/ membantah alasan/ argument
lawan.

 POI (Point of Interruption).
Adalah sebuah respon yang diajukan dalam bentuk interupsi yang cepat dan
spontanitas.
-----ooOoo-----

 Jenis- Jenis Debat;
 Statement Debate.
Adalah sebuah Debat filosofi yang hanya berputar dan terfokuskan pada pertanyaan
“Ya” atau “Tidak” dan “Benar” atau “Salah”. Debat ini cenderung didominasi dengan
menjelaskan pertanyaan “Apa” dan “Mengapa”.

 Proposal Debate.
Adalah sebuah debat yang mayoritas dilakukan untuk menjelaskan atau menjawab
pertanyaan “Bagaimana”. Pada macam debat ini, Pihak affirmative musti dating dengan
mengajukan gagasan dan solusi, sedangkan pihak Negative merespon kembali dengan
menawarkan sebuah usul/ anjuran (Proposal) balasan yang berlawanan atau sebuah
Status Quo (Keadaan tetap pada suatu waktu tertentu).

Catatan:
Sebuah usulan yang baik harus memenuhi kriteria berikut;
o Keadaan yang mendesak (Urgensi).
o Kemungkinan terjadi/ dilakukan (Feasibilty).
o Tersedianya peralatan yang dibutuhkan (Mechanism).
o Dapat memecahkan permasalahan yang muncul (Solvability).
o Menjadikan Statement Debate sebagai contoh/ rujukan.
o Menjadikan Proposal Debate sebagai contoh/ rujukan.

 Affirmative Action Debate.
Adalah suatu Debat mengenai kebijaksanaan- kebijaksanaan yang diharapkan dapat memajukan/ mengembangkan akses pada pendidikan atau pekerjaan dari sebuah kelompok yang tidak menonjol dalam ranah sosial- politik menurut sejarah. (Biasanya pada kelompok minoritas dan wanita).

 Challenge Definition.
Debat ini hanya bisa dilakukan ketika pihak Affirmative mengajukan sebuah definisi yang tidak bisa dibantah dari mosi yang ada. Sebuah defines bisa dikatakan “Tak Terbantahkan” ketika berada di bawah alasan;
o Kebenaran yang tidak dapat disangkal lagi (Trustic), Keadaan waktu dan tempat yang
natural/ khas.
o Pengulangan kata tanpa adanya penjelasan tambahan (Tautology), Tersembunyi
dengan rapat (Squirelling).
-----ooOoo-----

 Pokok- Pokok Persoalan lebih lanjut dalam Debat;
 Hung Case.
o Hung Case terjadi ketika pembagian argument dari pembicara pertama sama sekali tidak dijelaskan. Ketika penjelasan yang dibutuhkan malah dibawakan oleh pembicara kedua.
o Hung Case juga bisa terjadi apabila pembicara kedua menjelaskan poin yang sama, yang telah dijelaskan oleh pembicara pertama sebelumnya.
o Hung Case menunjukkan bahwa konsep alasan dan argument dari sebuah tim tidak dikembangkan dengan baik.

 Misinterpretation/ Mistreat.
o Mistreat terjadi ketika salah satu dari dua pihak salah menafsirkan alasan yang ada dari
sisi lain.
o Biasanya, mistreat dilakukan oleh pembicara pertama dari masing- masing pihak.

 Flip Stance.
o Flip Stance terjadi ketika salah satu dari dua pihak mengambil alasan musuh mereka
(untuk dijadikan alasannya, yang sebenarnya malah menjatuhkan dirinya sendiri).

 Shaft/ Contradiction.
o Shaft terjadi ketika seorang pembicara, baik secara sadar atau tidak, menjatuhkan
alasan teman/ tim mereka sendiri.

 Inconsistency.
o Inconsistency terjadi ketika argument/ alasan yang diberikan tidak sesuai dengan
batasan dan motif dasar yang telah disampaikan sebelumnya.
-----ooOoo-----

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar