Jumat, 30 Agustus 2013

Bagaimana cara bernafas yang benar saat melakukan olahraga?


Pasti agak kaget juga kan baca judul artikel ini? Bernafas tuh sepele bin mudah banget. Tarik dan tiup nafas. Selesai deh! yup, itu memang benar, namun ternyata bila kamu melakukan pernafasan dengan cara tertentu, kamu dapat merasakan manfaat yang lebih YES dari hanya sekedar bernafas untuk hidup [hohoho].

Rileks dan tenang adalah dua hal yang sangat esensial ketika bernafas saat berolahraga. Cara terbaik untuk mendapatkan kedua hal tersebut adalah bernafas dengan benar. Mungkin terdengar sedikit aneh dan bodoh, tapi ternyata bernafas dengan benar dapat meningkatkan gerak tubuh kamu saat yoga, berlari, menari atau melakukan macam olahraga lainnya secara drastis.

>> Pertama. Temukan titik yang tepat untuk melangkah. Jika kamu menari atau melakukan yoga atau bahkan berlari, pasti ada musik yang mengiringi latar. Temukan ketukan yang pas dalam irama musik itu. Coba untuk bernafas bersamaan dengan ketukan itu. Jika musik berjalan cepat, bernafaslah di sekitar setiap 2 sampai 4 ketukan. Jika kamu berlari, bernafas saja sesuai dengan tiap langkahmu. Tarik dan hembuskan nafas  di setiap hitungan ke empat atau delapan. Hitunglah secara urut dari satu sampai delapan, untuk menstabilkan waktu dan konsentrasi saat kamu berlari.

 >> Kedua. Tentukan metode bernafas yang cocok buat kamu. Putuskan bagaimana kamu akan bernafas. Kebanyakan orang memilih untuk menghirup nafas melalui hidung, menahannya selama beberapa saat sesuai dengan yang mereka butuhkan. Kemudian menghembuskannya melaui mulut. Hembuskan perlahan sehingga kamu dapat menyeimbanginya dengan hitungan yang kamu lakukan. Jangan bernafas dengan sangat keras [menghirup dan menghembuskannya], itu hanya akan membuang energi kamu dengan cepat dan membuatmu merasa terganggu.

>> Ketiga.  Cobalah untuk tidak berubah. Wuiiih, kayak judul lagu aja y! [hohoho]. Maksudnya, ketika kamu dapat merubah titik bernafas yang tepat saat berolahraga, lebih baik kamu tidak melakukannya. Jika kamu tetap ingin melakukannya, pastikan saja kamu masih ingat dengan baik bagaimana menentukan irama dan melanjutkan hitungan kamu.

>> Keempat. Konsisten. Seberapa capeknya kamu, terus coba untuk tetap bernafas dengan teratur. Jangan mudah menyerah, gan! Jika kamu merasa pusing atau akan kehilangan kontrol, Eits! berhenti sebentar gan! Istirahat dan mulai monitor kembali keadaan tubuh. Masih kuat nggak? Kalau nggak ya gak usah dipaksain. Sesuatu kalau dilakuin secara frontal tuh pasti hasilnya gak baik. Better slow but sure, ya nggak? [hehehe] Jadi, kamu ingat aja, tujuan kamu mengatur cara bernafas adalah untuk membuat kamu merasa dan menjadi lebih baikan, bukan untuk buat kamu sakit atau lebih parah lagi.

Saran Ekstra:
1. Mengatur pernafasan saat melakukan pemanasan juga sangat membantu melancarkan peredaran darah dan daya tahan nafas kamu.
2. Berlatihlah mengatur pernafasan setiap hari. Gak perlu pergi ke lapangan, di tempat tidur saja bisa kok, atau saat mau tidur [pastinya ini akan membantu kamu segera ngantuk jika kamu tidak menahan nafas kamu].
3. Bernafas dengan metode teratur seperti ini bila kamu lakukan harian, dapat membuat tubuh kamu teradaptasi, sehingga menjadi kebiasan kamu. So, kamu gak harus mode berolahraga saat kamu ingin mengatur pernafasan kamu.
4. Jika metode ini membantu, kamu bisa juga meletakkan kedua tangan kamu pada perut ketika berlatih.
5. Biasakan juga untuk banyak mengatur pernafasan dengan tempo, lagu dan irama yang berbeda.
6. Pastikan juga, kamu memiliki panduan atau pemandu olahraga kamu. Kehadiran mereka akan sangat membantu bila kamu merasa bingung. Jangan pula terlalu membebani paru-paru kamu.
7. Jangan terus menerus bernafas melalui mulut. Benar-benar gak sehat loh!
8. Jangan menahan nafas kamu terlalu lama. Temukan hitungan waktu yang baik buat kamu. 4 ketukan hirup dan setelah 4 ketukan hembuskan perlahan. Coba kamu lakukan demikian.
9. Jauhi bernafas terlalu cepat atau kamu akan merasakan sesak nafas nantinya dan cepat lelah.
Ok, demikian kiat bagaimana mengatur pernafasan. Semoga membantu dan terima kasih y sudah baca dan mampir. :)

Ghurfah Hasyim 'Ashari, 7.27 p.m.

Menunggu Isya'

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar