Minggu, 28 Oktober 2012

Hampa


















Seakan tak tahu apa,
Harus bagaimana dan mengapa,
Menatap langit biru,
Dengan mata kosong,
Samar tak bernafsu.

Apa yang terasa  seakan hambar,
Apa yang terdengar terasa suram,
Apa yang terlihat kian tak berarti,
Mengalun merenggut menghantui.

Tangisan dan kutukan waktu merayap,
Ego hati mengekang merantai sendi,
Kaki tercekal kekal enggan menapak,
Tangan menyakiti licik picik tak bernurani.

Hampa, kosong, semu, datar, pudar, bosan, hambar ..
Hancur memporakporanda, melenyapkan yang ada,
Memohon merintih, kering gersang menyerap,
Duri yang dingin, semak yang menusuk ..

Menangis sendiri, menahan derita dan siksa,
Dunia yang fana, busuk dan nyata,
Ku butuh seteguk cahaya, sepotong harapan,
Aku lapar,
Dan aku muak dengan semua hampa ..



Pagi musim panas,
06.13 Jumat Maret 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar