Selasa, 11 Juni 2013

Bagaimana mempersiapkan dan menyampaikan sebuah pidato


Tips Improvisasi Soft-Skill Public: Seni menguasai pidato


Diminta menyampaikan atau sekedar mempersiapkan sebuah pidato, terkadang akan terasa sangat rumit dan terlihat sulit. Terutama, bila kamu tidak pernah melakukannya sebelumnya. Apalagi bila kamu seorang yang mengalami ketidakcakapan dalam mengolah kata, publikphobia, krisis percaya diri, dan mudah gugup. Ini belum ditambah, dengan unsur spontanitas permintaan tersebut.

Maka, seseorang setidaknya memiliki keseimbangan rasio dan logika, serta sastra dan rasa. Tulisan sederhana ini mencakup bagaimana merencanakan, dan menuliskan pidato. Untuk praktisasi, ricek performa, dan improvisasi pidato akan dilanjutkan pada tulisan berikutnya. Untuk menghindari bosan karena terlalu panjang. ^_^

Berikut ini, saya akan beberkan beberapa tips yang terbagi dalam beberapa frase pengolahan seni berpidato, semoga bisa membantu kami mengatasi yang kamu alami saat diminta atau sedang berpidato.

A.                Perencanaan pidato

~ Pertama, Identifikasi topik pidato yang akan kamu sampaikan.  Tentukan satu pesan sederhana, namun benar-benar menyentuh dimensi publik daripada mencoba menseporadiskan beberapa tema namun tenyata malah mengaburkan orientasi utama mengapa pidato itu musti dibawakan.

~ Kedua, Identifikasi mereka yang [akan] mendengarkanmu. Apakah mereka anak-anak kecil, teman sebaya, atau lebih dewasa? Apakah mereka benar-benar telah mengetahui dengan baik topik pidato yang akan kamu sampaikan atau sebaliknya? Pahami audiens kamu. Dan itu akan membantumu memberi batasan baku dalam memilih diksi pidato dengan tepat.

~ Ketiga, Pertimbangkan motif pidato kamu sebenarnya. Pidato yang bagus, mampu menjawab kebutuhan tersembunyi yang terselip di hati pendengarnya. Apakah kamu bertujuan membuat yang mendengarkanmu tertawa terhibur? Atau kamu ingin membantu mereka membentuk prinsip moral mereka? Ataukah kamu sedang berusaha berkomunikasi dengn sikap bijak sederhana, menyampaikan pesan konstruktif untuk mengubah perilaku atau keinginan mereka? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan membantu kamu mengatur model intonasi, gairah yang kamu sisipkan dalam nada pidato kamu.

~ Empat, Pikirkan dimana kamu berpidato. Apakah kamu akan berpidato pada komunitas kecil ataukah untuk asosiasi manusia yang lebih melimpah? Kamu bisa sedikit bertingkah lebih santai ketika kamu berada dalam grup yang kecil, namun untuk audiens dengan skala lebih besar, kamu butuh menulis isi pidato yang resmi dan masif.

B.                 Penulisan pidato
~ Tulis penyataan yang sederhana, ringkas dan mengena. Cobalah untuk menulis sesuatu yang sekiranya mampu memancing audiens, hingga kamu dapat dengan mudah memperoleh perhatian mereka.

a.                  Gunakan humor, pantun atau kutipan. Terkadang orang lain pernah mengemukakan hal itu dengan cara yang lebih baik, namun setidaknya kamu juga menyebutkan darimana kamu mengambil humor atau kutipan tsb.

b.                  Berhati-hatilah membuka pidato kamu dengan candaan, kamu harus tahu dengan baik siapa audiens kamu. Kamu bisa berpikiran kalau sebuah gurauan adalah suatu hal yang lucu dan segar, namun audiens mungkin menangkapnya sebagai suatu yang tidak lucu, garing atau bahkan menyinggung mereka.


~ Pilih 3 hingga 5  poin terpenting yang akan jadi batu loncatan dalam topik yang kamu bahas. Pastikan topik yang kamu bicarakan ringkas, tak bertele-tele dan tepat.

a.                  Kamu dapat memulai dengan menelaah sumber-sumber informasi umum seperti, ensiklopedia atau Wikipedia, namun kamu juga perlu memastikan fakta, memantapkan idemu dengan kajian referensi yang lebih valid dan autoritatif, setelah kamu memahami secara umum konsep pidato yang kamu pelajari.

b.                  Sandarkan pada pengalaman kamu sendiri. Jika kamu memiliki kisah yang baik untuk direnungi, dan berkaitan dengan topik, maka pengalaman dan kisah pribadi akan menjadi sumber-sumber yang dapat diandalkan, dipercaya dan dibuktikan. Hanya saja, tetap kemas dengan singkat dan menarik, agar kamu berbicara tidak terlalu melantur kemana-mana dan memudarkan atensi audiens.


~ Putuskan apakah kamu ingin menuliskan pidato kamu dalam teks secara keseluruhan atau membentuk garis besarnya berupa poin mini dalam buku saku.

a.                  Pertimbangkan kenyamanan kamu dengan topik yang disampaikan. Jika kamu mengenal topik dengan baik dan bisa mengimprovisasinya dengan baik, maka gunakanlah buku saku atau kartu indeks.
-                      Gunakan satu kartu, untuk perkenalan. Kartu ini juga mencakup pernyataan yang akan menjadi pembuka pidato kamu.
-                      Gunakan satu atau dua kartu lainnya, untuk mengurai poin-poin yang mendukung. Kemudian buat satu kartu sebagai tempat kesimpulan yang terikat pada ide utama pidato kamu.
-                      Tulis potongan-potongan kalimat pendek, atau bahkan satu kata saja pada kartu kamu. Kata-kata ini, atau potongan kalimat ini sebaiknya berisi frase kunci yang akan dengan mudah mengingatkanmu pada apa yang ingin kamu katakan.

b.                  Jika kamu merasa tidak mantap atau tidak mengetahui topik pidato dengan baik, tulis dengan jelas semua runtutan pidato kamu persis sesuai dengan bagaimana kamu menyampaikan mereka nantinya.

~ Putuskan, apakah kamu ingin menggunakan bantuan visual atau tidak. Kamu bisa menggunakan program Prezi atau Powerpoint untuk presentasi, saat kamu berpidato, atau kamu bisa juga memilih menggunakan chart, tabel atau grafik pada kertas karton atau biasa.

a.                  Buat visual tersebut dalam bentuk mini dan ideal. Ingat, visual memang baik untuk membantu mewarnai model pidato kamu, namun jangan sampai visual tsb terlalu menyita dan mengalihkan perhatian audiens, sehingga mengabaikanmu.

b.                  Pastikan audiens dapat membaca isi visual yang kamu tampilkan. Terlalu besar kadang lebih baik daripada tidak cukup besar, hingga audiens tidak harus memicingkan mata dan lelah hanya karena visual yang kamu bawa.


c.                   Periksa kembali fasilitas yang tersedia di ruang tempat kamu berpidato. Apakah kamu butuh koneksi internet juga? Adakah layar proyektor di sana? Pastikan apa yang kamu butuhkan telah disiapkan dengan baik sebelum kamu tampil.

d.                  Persiapkan selebaran atau makalah, jika topik yang kamu sampaikan tersusun dalam format detil dan teknis. Dengan demikian, kamu dapat mengkover poin-poin yang sangat esensial dalam pidato kamu, sekaligus memberikan audiens sebuah referensi untuk mengetahui poin-poin tersebut lebih dalam dan terperinci, yang dapat mereka baca atau simpan nantinya.


e.                   Tulis dengan jelas beberapa paragraf biografi singkat mengenai diri kamu. Jika seseorang akan memperkenalkan kamu sebelum kamu berpidato, maka menyediakan informasi yang akurat sebelumnya akan sangat membantumu mengatasi hal ini. Daripada nanti tergopoh-gopoh atau ribet.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar