Minggu, 09 Juni 2013

Permata dua pelangi

Sebuah Puisi feat Yumna Fakhriyyah [2]


Aku meminta pada Tuhan, seorang yang biasa saja,
yang dengan rela mampu membakar ego saat Dewinya sedang terluka.

Aku meminta pada Tuhan, seorang yang biasa saja,
yang mampu menyeka keringatku saat sakit menyiksa raga.

Aku meminta pada Tuhan, seorang yang biasa saja,
yang di tubuhnya terbaca sikap-sikap lembut namun tetap perkasa.

Aku meminta pada Tuhan, seorang yang biasa saja,
yang saat letih kurasa, ia akan berkata ‘kamu tak sendiri, aku ada.

Aku meminta pada Tuhan, seorang yang biasa saja,
yang tidak akan pergi saat kesalahan mungkin terjadi berulang kali,
yang mampu mendeskripsikan cinta sebagai wujud pemaafan darinya.

Aku meminta pada Tuhan, seorang yg biasa saja,
sebagai pelengkap hidupku yang juga tak sempurna,
agar bahagia, agar tenang kurasa.

Aku meminta pada Tuhan, seorang yang biasa saja,
yang juga meminta pada Tuhan untuk seorang yang biasa saja.
seperti aku, seperti dia.

Aku mengerti,
Aku bukanlah siapa-siapa untukmu.
Aku memahami,
Kamu lebih pantas mendapatkan yang lebih baik dariku.
Aku sadar,
Bahwa aku hanya lelaki biasa,
Aku malu,
Dengan kukuhnya kamu menjaga aura seorang muslimah.

Karena aku takut menodaimu,
Aku tak menjawab sepatah kata,
Bukan karena aku bisu dan buta,
Diamku adalah memerhatikanmu pula.

Hilangkan semua keraguan,
Aku tidak bisa datang sebagai harapan,
Tak sanggup biarkanmu menanam kekecewaan,
Dengan tingkahku yang penuh ketidakpastian,

Marilah kita bersabar dinda,
Penuhi hari kita dengan takwa dan doa,
Dalami ilmu eratkan ukhuwa,
Bila jodoh, kelak Allah akan pertemukan kita. 


##Grup FB: KBM. just write it as a memory that I was alive yesterday. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar