Minggu, 28 Oktober 2012

Kiat Sukses Tembus Tes Seleksi Beasiswa Universitas Al- Ahgaff



Artikel singkat ala kadarnya ini tentu memiliki kronologi penulisannya. Bergeraknya tuts- tuts keyboard dengan rangkaian huruf, kata, dan kalimat yang menyusun indah satu dari beberapa paragraf di sini merupakan follow up permintaan teman- teman satu ma’had, Ponpes Mambaus Sholihin, baik adik kelas, satu angkatan juga kakak kelas. Tak hanya mereka, namun juga teman- teman luar ma’had yang terhubung melalui facebook, baik baru berkenalan, atau sudah lama kenal namun jarang berhubungan.

Banyak dari mereka menanyakan beberapa kiat untuk menghadapi Tes Seleksi Beasiswa Universitas al- Ahgaff ini, termasuk di antaranya mengenai bentuk ujian dan kitab standar yang diujikan. Panduan yang sederhana ini dibuat dengan metode Tanya jawab dengan beberapa tips ringkas. Silahkan membaca dan menikmati apa adanya. Semoga bisa memuaskan pertanyaan- pertanyaan antum
-----ooOoo-----

Pertanyaan:
"Kak, apa sih kiat- kiat sukses untuk bisa lulus Tes Seleksi Beasiswa Universitas al- Ahgaff?".

Jawaban: 
Ada beberapa kiat dan tips buat kamu yang insya Allah, akan dijelaskan secara runtut, namun yang perlu diperhatikan sebelumnya, adalah memenuhi dalam artian melaksanakan kiat- kiat dan tips dalam artikel ini seoptimal mungkin tidaklah menjadi jaminan bahwa kamu dapat  lulus 100%, namun setidaknya itu bisa lebih memudahkan, menyiapkan dan meringankan beban kamu saat menghadapi Tes Seleksi Beasiswa Universitas al- Ahgaff ini. (Disebut TSBUA untuk lebih mempersingkat).

Tidak sedikit kisah teman- teman yang telah lulus seleksi berkata bahwa mereka lulus bukanlah karena nilai. Nilai bukanlah jaminan seutuhnya. Bahkan dikatakan ada di antara mereka yang merasa frustasi karena minim persiapan, tidak mampu menjawab dengan baik hingga berusaha melupakan dan bahkan tidak mau mengingat lagi bahwa mereka pernah mengikuti TSBUA, namun ternyata di akhir cerita mereka terpilih dan lulus.

Maka di sini penulis akan menuturkan dua macam kiat, yakni rohani dan jasmani. Dengan harapan, impian antum dapat terwujud dengan persiapan yang matang dan seimbang sehingga celah untuk bisa belajar di negara Balqis ini semakin terbuka lebar.
-----ooOoo-----

Pertanyaan:
"Apa saja kiat- kiat jasmani yang musti kita lakukan?"

Jawaban:
Sebelum mengetahui kiat- kiat tersebut, alangkah baiknya bila kita mengamati dengan baik bagaimana bentuk TSBUA. Hal ini dilakukan demi meminimalisir pengeluaran tenaga dan waktu yang kita punya (Efisien dan Efektif – Smart Working).

Tes seleksi ini terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah Tes Tahriri atau tes Tulis. Ada 3 macamfan ilmu yang diujikan dalam tes ini. Berikut susunan ilmu tersebut beserta kitab acuannya;

1. Bahasa Arab:
a. Nahwu – Alfiyah Ibnu Malik
b. Shorof – Tatbiq as- Shorfi

2.Fiqih
a. Fiqih Ru'usul Masaail – Yaqut an- Nafis
-----ooOoo-----

Tes Tahriri ini terbagi menjadi 2 termin waktu. Biasanya diberikan alokasi waktu 2 jam untuk tes TahririBahasa Arab dan satu hingga satu setengah jam untuk tes Tahriri Fiqih. Perbedaan alokasi waktu ini disebabkan adanya perbedaan jumlah pertanyaan dalam masing- masing tes tulis ini. Pertanyaan dalam tes tulis bahasa arab lebih banyak daripada tes tulis Fiqih.
-----ooOoo-----

Berikut beberapa ciri khas tes Tahriri bahasa Arab;
1. Terdiri dari 3 hingga 5 lembar soal.
2. Terbagi menjadi beberapa jenis soal yang di dalamnya terdapat 5 hingga 10 pertanyaan. Jumlah keseluruhan pertanyaan dalam semua soal berkisar 30 hingga 50 pertanyaan.
3. Insya'. Membuat karangan dengan topik tertentu, dengan jumlah 5 hingga 10 baris kertas folio. Insya' hampir selalu ada di setiap tes Tahriri bahasa arab pada lembar terakhir bersama dengan beberapa judul opsional.
4. Ta'wil. Memindah satu sighot pada sighot lainnya. Seperti dari masdar ke fi'il amar, mudlori' ke madli, dll.
5. Tahwil Dhomir. Merubah bentuk dhomir menurut bentuk I'robnya dengan menyesuaikan posisinya, baik sebagai subjek atau objek dalam suatu kalimat.
6. Syarooit & Dhowaabit. Menyebutkan beberapa rumus, syarat atau ketentuan dalam ilmu nahwu atau shorof. Seperti syarat- syarat khobar wajib didahulukan dari mubtada', Tempat- tempat dimana "man" diperbolehkan digunakan untuk "ghoir 'aqiil".
7. Dan masih ada beberapa ciri khas tes tulis bahasa arab lainnya.
-----ooOoo-----

Berikut beberapa ciri khas tes Tahriri Fiqih;
1. Jumlah pertanyaan sedikit (sekitar 10 hingga belasan), namun satu pertanyaan bisa memiliki beberapa cabang pertanyaan, dari 5 hingga 10 pertanyaan di dalam satu pertanyaan. Seperti bentuk sholat imam, ma'mum dan masbuq dalam berjamaah? Apakah ada perbedaan dalam sholat sunnah dan fardhu? Jelaskan pula bila keadaan ma'mum seperti ini sedangkan imam masih dalam keadaan lain?
 -----ooOoo-----

Tips Pertama;
Biasakan menulis bahasa arab, dalam batasan waktu dengan topik tertentu. Ini bisa membantu agar saat menjawab pertanyaan, tangan kamu tidak gemetar, basah atau mudah capek karena terlalu banyak menulis.
-----ooOoo-----

Tips Kedua:
Mengenai kitab yang dijadikan standar acuan dalam tes Tahriri bahasa arab, sebenarnya Matan al- Jurumiyyah atau Imrithy sudah mencukupi, namun tidak ada salahnya antum memperluas wawasan dan mengambil langkah antsipasi bila ternyata antum nanti mendapati pertanyaan di luar dua kitab tersebut, kamu bisa menelaah Alfiyah ibnu Malik dan Kawakib ad-Dzurriyah syarh Mutammimmah al- Jurumiyah.

Adapun untuk tes tulis Fiqih, selain Yaqut an- Nafis, akan sangat baik bila kamu juga banyak membaca dan memahami Minhaj ath- Tholibin Nawawi dan Mughni al- Muhtaj syarh al- Minhaj.
-----ooOoo-----

Tips Ketiga:
Ada pepatah arab mengatakan, "Al- 'ilmu fish shudur, Laisa fis suthur" yang berarti hakikat ilmu adalah pada hati, bukan pada kertas/ lembaran. Hikmah yang dapat dipetik adalah kebaikan menghafal dengan memahami suatu ilmu yang kita pelajari. Itu lebih baik daripada sekedar memahami saja. Seandainya kita hanya menghafal saja, itu sudah bisa menjadi modal kita untuk memahami secara perlahan, karena "al- Hidz nishf al- fahm", yang artinya dengan menghafal kita telah memiliki separuh pemahaman.

Metode menghafal dan memahami ini sungguh sangat bermanfaat, tak hanya untuk menghadapi TSBUA ini, namun juga akan banyak digunakan ketika kamu mulai menempuh studi kamu di universitas al- Ahgaff Hadramaut.
-----ooOoo-----

Kita beralih pada macam TSBUA yang kedua, yakni Tes Syafawi. Tes Syafawi, atau yang lebih dikenal dengan nama tes lisan ini juga terbagi menjadi dua bagian;
1. Muhadatsah
2. Membaca Fath al- Qorib, kemudian menjelaskannya.
-----ooOoo-----

Dalam muhadatsah, kita akan ditanya beberapa hal mengenai identitas kita. Seperti nama, asal daerah, asal pesantren, motivasi mendapatkan beasiswa, kurun waktu mempelajari bahasa arab, dll. Dan itu semua berjalan dengan menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa perantaranya.

Kemudian kita dipersilahkan membaca maqro' (bagian yang dibaca) dari Fath al- Qorib. Adakalanya kita dipersilahkan memilih sendiri maqro' yang akan kita baca, atau dipilihkan oleh ustad penguji kita, atau secara acak, yakni dengan menutup kitab, kemudian maqro' ditentukan berdasarkan halaman yang terbuka saat itu.

Kita memulai dengan membaca maqro' tersebut, kemudian menjelaskannya. Di sela- sela sesi pembacaan, ustad penguji mungkin memberikan pertanyaan seputar I'rob dari beberapa kata tertentu dalam maqro' kita. Jadi, persiapkan diri pula untuk mematangkan cara mengi'robi dalam membaca kitab kuning.
-----ooOoo-----

Hipotesa:
Dari tes Tahriri, ustad penguji akan mampu mengetahui sejauh mana pemahaman dan pengetahuan kamu mengenai tata bahasa arab, juga mengukur sebaik apa kamu dalam membuat karangan dengan bahasa arab.

Sedangkan dari tes Syafawi, ustad penguji akan mampu mengetahui kemampuan kamu dalam berkomunikasi, baik mendengar atau berbicara dengan bahasa arab, juga kemampuan kamu dalam menyerap suatu maqro' yang kemudian dijabarkan dengan penjelasan yang baik dan mantap.

Secara total, ketika mengikuti TSBUA ini, kemampuan kamu dalam berbicara, mendengar, menulis dan membaca dengan bahasa arab benar- benar diuji demi untuk mengetahui kesiapan kamu untuk bermujahadah di Negara Balqis.
-----ooOoo-----

Pertanyaan:
“Apakah masih ada lagi yang perlu dilakukan untuk lebih mempersiapkan diri belajar di universitas al- Ahgaff?”

Jawaban:
Wah, ini benar- benar pertanyaan teman- teman yang sangat optimis diterima nih. J Ada tentunya. Di antaranya, memperbanyak penguasaan kosa kata bahasa arab, sering mempraktekkan bahasa arab dan menghafal al- Quran. Sekalipun hafalan al-Quran tidak menjadi tuntutan saat TSBUA, namun akan dituntut di tahun ketiga kamu saat belajar di universitas al- Ahgaff. At least, kamu sudah ada bekal, sekalipun 2 atau 3 juz dari hafalan qur'an. Tidaklah mengapa.
-----ooOoo-----

Pertanyaan:
"Terus, apa saja kiat- kiat dan tips rohani untuk lebih mempermulus jalan kita untuk menuntut ilmu di Negeri Saba?"

Jawaban:
Di negeri Saba ini, kamu akan menuntut ilmu pada banyak Habaib, keturunan Rasulullah. Tak hanya menuntut ilmu, namun banyak teman- teman kamu yang juga merupakan keturunan Rasulullah. Maka mulai dari Indonesia, kamu musti membiasakan hidup dengan mereka. Dengan mengunjungi maqbarahHabaib yang telah wafat, juga bersilaturrahim pada Habaib yang masih hidup di daerah kamu untuk meminta doa restu mereka. Jangan lupa untuk bersilaturrahim pada pengasuh dan asatidz pesantren kita, juga para kyai dan masayikh pesantren lain. Doa mereka yang dekat dengan Allah sungguh sangat bermanfaat buat kita.

Kita juga perlu menggiatkan berdoa dan beribadah serta, membuat niat yang tulus, menuntut ilmu semata karena Allah. Cobalah berpuasa senin kamis jika memungkinkan. Tentu kamu semua tahu betapa besar faedah dan pengaruh puasa senin kamis dalam dikabulkannya doa dan permintaan seorang hamba pada Rabbnya.
-----ooOoo-----

Penutup:
Mungkin itu saja, beberapa kiat dan nasehat untuk membantu teman- teman menembus TSBUA. Semoga bermanfaat. Apabila ada pertanyaan atau sesuatu yang membingungkan, atau kurang pas, jangan ragu untuk mengutarakkan, memberikan kritik/ saran dan pembenaran.

Artikel ini ditulis berdasarkan beberapa pengalaman teman- teman yang telah lulus TSBUA dan juga pengalaman penulis sendiri tentunya. Dan insya Allah, pada artikel berikutnya, penulis akan menjelaskan tentang apa saja yang perlu kita persiapkan ketika kita telah menerima pemberitahuan mengenai kelulusan kita dari TSBUA. Nantikan yaaa… /isynie/.
-----ooOoo-----

3 komentar:

  1. Assalamualaikum stad,nama saya hilmy daffa saya santri kelas 3 tsanawiyah,saya minta saran,menurut ustas,saya lebih condong lanjut pesantren salafy atau modern yg lebih memudahkan jalan ke yaman,atau ustad punya saran beberapa pesantren yg memfasilitasi materi materi diatas ... Syukron,wassalam ...

    BalasHapus
  2. sangat menginspirasi, mas... ^_^

    BalasHapus