Sabtu, 03 November 2012

Remaja,


Sebuah Puisi Shubuh
Oleh Ismail Sunni Muhammad


Remaja,
Layaknya daun gugur yang tertiup angin,
Terbang tak tentu arah,
Terkadang melawan arus, kadang pula ikut mengalir.

 Remaja,
Layaknya awan tenang membumbung di langit,
Terkadang berwajah hitam dengan petir amarahnya,
Kadang berwajah abu sendu, meratap karena sakit atau haru,
Atau tersenyum cerah dengan raut biru, berhias pelangi harapan di sisinya.


Remaja,
Layaknya deburan ombak yang menari di tengah lautan,
Mengantarkan kesempatan, menjulang semangat dan asa,
Menenggelamkan, memuntahkan, menghisap hingga habis,
Menjadi butiran mungil pasir berkilau di pesisir.

Remaja,
Layaknya, bintang yang berkedip cahaya sesaat,
Layaknya bulan yang hanya menerima dan lemah,
Atau layaknya matahari yang tegar, menghangatkan dengan silau wibawanya

Remaja,
Tetaplah remaja,
Akankah dia terlahir menjadi seekor kupu yang cantik?
Akankah dia tercipta menjadi singa yang garang?
Akankah dia tertulis bersikap layaknya serigala yang licik?
Akankah dia .. ?
Ah, terserah zaman mau berkata apa !! 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar