Selasa, 11 Desember 2012

(Tak) Inginku


Sebuah Puisi Bunga Hati
Oleh  Ismail Sunni Muhammad




Tak ingin kau pergi,
Meninggalkan hati tersakiti,
Meluluh leleh dalam tangis perih.

















Tak ingin kau gundah,
Buatku semakin resah,
Berdebur melukis semburat lelah,

Tak ingin kau bosan,
Tercampakkan dalam bekunya perasaan dan hubungan,
Menetesi lembut membasahi dinding keseharian.


Tak ingin kau lemah,
Coba menopangmu dengan segala daya,
Jadikan kau sabar, tegar dan tabah.

Tak ingin kau berlari,
Bersembunyi kala ku sendiri,
Terpuruk dengan hati rapuh terkubur sepi.

Tak ingin kau tersenyum palsu,
Melebur sendiri semua sedihmu dalam kalbu,
Tumpahkanlah pada diriku, selalu setia untukmu.

Ingin ku berteriak tegas dalam diamku,
Demi tutur aksara untuk mengupas membersihkan  luka hatimu,
Menghiasnya dengan bahagia, melapisinya dengan cita.

Ingin ku belah biru langit dengan ukiran pelangi namamu,
Yang bersinar, menghangatkan dengan cahaya bulan anggun yang tulus
Menghujani setiap hati dengan tetes lembut kasih dan sayang.

Ingin ku ubah dunia ini semata menjadi surga cintamu,
Apapun, demi seulas senyum manis tergurat di bibir merahmu,
Demi menghapuskan ragu, melahirkan bukti, mengikis letih hidupmu.

Tak peduli dengan siapa,
Tak acuh dengan siapa,
Tak hina dengan mengapa,
Tak lagi mempertanyakan bagaimana,
Dimana dan kapan, senantiasa melipur lara dengan setia,

Selama itu dirimu,
Selama itu untukmu,
Selama itu karenamu,
Diriku, cintaku, hidupku,
Darahku, nafasku, siang dan malamku,
Selalu milikmu. ..


 Ghurfah, Hasyim 'Asy'ari, menunggu ghoda' dengan sebotol jus Shofwah11 Desember 2012, 11.30 am

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar