Kamis, 24 Januari 2013

Tingkatkan Kualitas Kemampuan Menulismu!


Persiapan menghadapi ujian tulis IELTS (1)


      Berkenaan dengan bagaimana seharusnya kita mengembangkan kemampuan menulis, seorang filosuf Yunani, Epictetus menawarkan sebuah nasehat yang bijak: “Jika kamu ingin menjadi pembaca, membacalah, jika ingin menjadi penulis, menulislah.” Salah satu jalan terbaik untuk memaksimalkan kemampuan menulis kita hingga mencapai potensi tertinggi adalah dengan menulis – secara konsisten dan berpijak pada pondasi dasar teori kepenulisan – setidak-tidaknya kita menetapkan lima hari untuk menulis dalam seminggu. 



                Adalah hampir tidak memungkinkan untuk menduga topik apa yang akan diangkat dalam sebuah tes atau tugas menulis. Cara terbaik untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi tantangan menulis adalah dengan menguasai hal-hal yang esensial dalam mendapatkan dan mencipta inspirasi, membentuk garis besar  atau skema pembahasan, menulis sebuah kalimat utama sebagai poros naskah, serta menuliskan beberapa paragraph penutup yang mengandung kesimpulan-kesimpulan yang penting dengan singkat dan padat.


              Kebenaran yang sangat jelas mengatakan bahwa seorang penulis yang mahir mampu mengatasi tugas menulis dan ujian kepenulisan mereka dengan baik. Jika kita berharap dapat menulis dengan baik saat menghadapi ujian, maka pusatkan konsentrasi kita untuk menjadi seorang penulis yang lebih baik dengan rajin membaca dan menulis dengan teratur. Tak lupa kita perlu mendapatkan saran yang membantu dan arahan yang akurat dari guru-guru kita atau tutor kepenulisan yang professional.

               Untuk membantu mencapai tujuan kepenulisan kamu, kamu juga harus fokus pada 3 gaya dasar yang menjadi landsan pokok kepenulisan, yaitu persuasif, exposif, dan naratif. Belajarlah dan pahami satu bentuk dengan bentuk kepenulisan lainnya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

               Alasan lainnya, adalah hampir tidak memungkinkannya memprediksi inti masalah yang akan dipresentasikan dalam tugas kepenulisan esai atau pada ujian yang distandarisasi pada umumnya. Kunci kesuksesan diketahui dari seberapa dalam kita mengasar kemampuan berpikir kritis kita, dan itu bisa kita dapatkan dengan membenamkan diri dalam rutinitas membaca dan menulis secara sistematis atau acak. Tulisan sederhana ini menyajikan bantuan kepenulisan yang lengkap untuk mengatasi tugas kepenulisan kamu. Ada beragam model kepenulisan esai yang berbeda, dengan memberikan contoh-contoh kepenulisan dari level terendah, menengah hingga tertinggi. Ini semua akan membantu kamu menggenggam komponen-komponen utama membuat esai yang berbobot. Dengan berhati-hati mempelajari dan mendalami model kepenulisan ini akan semakin meyakinkan kita untuk menjadi lebih cakap dan cermat dalam mengidentifikasi kelemahan dan intrik nilai lebih gaya kepenulisan kita.

              Sebuah rubrik khusus yang mencatat rentetan nilai untuk masing-masing tipe esai juga disebutkan dalam artikel penulis lainnya, Kriteria Penilaian Esai. Setelah kita menyelesaikan semua latihan kepenulisan esai ini, gunakan rubrik penilaian untuk mengetahui nilai esai kita, apakah kamu memperoleh nilai optimal, yaitu 6. Jika ternyata kamu menemukan hampir seluruh isi esai kamu, dalam pengembangan, pengaturan dan penilaian kualitas bahasa hanya mendapat skor 4 atau bahkan lebih rendah, sangat dianjurkan kamu kembali menulis esai kamu dengan target memperbaiki kelemahan-kelemahan esai yang kamu buat. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar