Senin, 14 April 2014

12 Langkah melakukan debat dengan baik!

Catatan – Tips – Translasi (05)


Seseorang mungkin bisa menyampaikan dalih yang paling kuat dan valid dalam argumen mereka, namun nyatanya, 1/3 dari kriteria penilaian terfokus pada performance dan manner of speaking. Sehingga ketika kamu ragu akankah peluang menang menghilang dengan lemahnya argumen, kamu musti sadar bahwa cara kamu mengajukan dan menampilkan evidence juga mempunyai andil yang cukup besar untuk menentukan siapa yang layak dinyatakan sang pemenang.

1. Sadari! bahwa gak peduli seberapa tajam analisa dan seberapa tinggi tingkat akademis suatu debat, bagaimana kamu mempresentasikannya secara lisan tetap akan memberikan efek tertentu pada juri.  Berikan sedikit kesan dramatis. Contohnya, jika mosi yang diangkat memiliki sisi komikal [lucu/menggelikan] yang seringkali tak terpikirkan. Maka, menjadikannya sebagai aksesoris dengan secara umum menampilkan hasrat positif dan suara ceria yang menggemaskan adalah opsi yang tepat. Sesuaikan “mood” yang kamu gunakan saat berbicara dengan inti mosi yang diperdebatkan.

2. Pertahankan kontak mata dengan mereka yang ada di sekitarmu, terutama juri. Mulai dari teman satu tim, musuh, juri dan para spectators. Alasan mengapa mengutamakan juri, tidak lain karena mereka adalah objek yang sedang kamu rayu agar berkenan untuk lebih memihakmu dalam debat tsb. Perhatikan mereka! saat mengenalkan diri dan tim, serta meringkas pidato kamu. Kontak mata yang tegas diakui mampu membekaskan kesan yang mendalam dan juga menambah keyakinan si penatap. Bila itu tatapan pada teman satu tim, maka akan menguatkan keberanian dan semangat kamu. Bila itu pada musuh, maka akan menambah keraguan dan menguji determinasi mereka. Bila itu pada juri, itu akan menegaskan penilaian dan merebut tendensi hati mereka. Bila itu pada penonton, akan semakin membakar sorakan mereka yang mendukungmu, dan menciutkan mereka yang melawanmu.

3.Sebelum kamu memulai pidato kamu, temukan posisi yang nyaman untuk berdiri, karena saat pidato dimulai, kamu gak bisa mengakhirinya begitu saja. Cara berdiri [stance] terbaik yang seyogyanya kamu terapkan adalah dengan berdiri di tengah ruangan dan meletakkan kakimu dengan mantap di atas lantai. Ini akan mencegah timbulnya rasa kaku dan kikuk; karena beberapa orang mudah terlihat gelisah/salting ketika mereka menjatuhkan buku catatan mereka atau melakukan kesalahan sepele.  

4.Mulai dengan mengambil nafas panjang perlahan dan tenang. Tatap juri dan berikan salam. Jangan memulai debat dengan berkata ‘um’ atau ‘oh’. Mulailah dengan “selamat pagi atau selamat malam, para juri, peserta debat, dan para hadirin, perkenalkan nama saya, … . “

5.Berbicara dengan perlahan. Tentu ada batas waktu di setiap pidato, namun pada umumnya, pidato individu tidak sampai melewati batas waktu yang telah ditetapkan. Akan sangat lebih baik, bila kamu berbicara dengan pelan, santai, hati-hati dan bagaimana bisa terdengar meyakinkan. Seakan hampir tidak terlihat seperti orang yang membantah dengan berbicara gagap yang mengaburkan pelafalan ratusan kata dengan suara gemetar. Mereka para hadirin benar-benar ingin mendengarkan apa yang musti kamu katakan, maka pastikan tiap kata dan kelimat terdengar jelas dan mudah dipaham.    

6.Rileks! Ketika kamu ‘menemukan’ bantahan yang tepat. Karena beberapa bantahan muncul secara spontan ketika kamu mendengarkan argumen musuh, bantahan yang tidak kamu temukan saat melatih mosi dengan teman kamu. Bantahan semacam ini membutuhkan improvisasi yang tepat di tempat. Jangan terlalu memikirkan apa yang telah kamu sampaikan, sebaliknya konsentrasi dengan apa yang akan dan semestinya kamu katakan. Jangan malah membuat tumpukan argumen yang tidak urgen, itu hanya akan menjadi beban dan membuang waktu. Pilih dan pilah saja dimana letak kesalahan musuh, temukan ide bagaimana tim kamu bisa mendukung dan juga bisa menguraikannya.  

7.Jangan menyerah! ketika kamu merasa malu atau dipermalukan dengan argumen yang baru kamu sampaikan. Debat ini belum usai! Sebelum kongklusi dari pidato masing-masing tim telah dinyatakan. Kamu musti tetap berkata dengan lantang dan percaya diri. Bahkan ketika pidato teman yang mendukung kamu tidak terlalu ‘wah’, ini adalah opini yang kamu ungkapkan. Berikan senyum lebar, ucapkan ‘we hope we convinced you’ dan selesaikan dengan penutup yang meninggalkan kesan sungguh-sungguh di hati para hadirin.

8.Pelajari seni dan sejarah ilmu retorika! Socrates. Seorang filosuf hebat asal Yunani juga dikenal sebagai retorikawan yang masyhur di zamannya, yang selalu memenangkan debat dengan membiarkan musuhnya menyangkal pendapat mereka sendiri. Oleh karena itu, kamu musti acuh tak hanya dengan pidato musuh, namun juga pidato kamu sendiri. Kata-kata yang kamu ucapkan bisa jadi bom waktu yang bisa membunuhmu kapan saja.

9.Berbicara dengan beberapa intrik unik dan penuh gairah juga merupakan keuntungan yang besar. Perbaiki penggunaan sinonim! Akan sangat membosankan mendengar pembicara menggunakan kata-kata yang sama berulangkali. Hindari juga menggunakan kata misconception [salah paham], contradictory [bertentangan] dan flaws [cacat] saat menanggapi bantahan mereka. Kemas kata-kata yang akan kamu sampaikan dengan lebih kreatif! Kata-kata seperti misapprehended [tidak menawan], indistinct [kabur],  inconsistency [ketidakkonsistensian], misinterpreted [salah tafsir] adalah beberapa kata yang tidak terlalu sering dipakai [cliché].

10.Berlatihlah bagaimana kamu berbicara dan berdebat di depan teman kamu, orang tua, atau siapapun yang berkenan mendengar dan memperhatikan. Juga, berlatihlah di depan cermin, dengannya kamu bisa menganalisa seberapa baik ekspresi wajah dan gerak tanganmu. Faktor utama dan pertama yang sangat penting adalah bagaimana bisa senantiasa tenang/rileks. Dengan melatih bicara di depan jenis audiens yang berbeda-beda, nantinya kamu diharapkan bisa mengikis rasa gugup dan grogi oleh tekanan yang dihadirkan oleh audiens saat berdebat. Catatan kecil [cue-cards] akan lebih mudah dibagikan secara acak bila kamu memotongnya dengan bentuk persegi mini. Potongan dengan bentuk persegi panjang cenderung terselip di jari-jari, yang menimbukan ketidaknyamanan saat berbicara.

11.Inisiatif untuk memberitahu juri apa yang akan kamu bicarakan untuk 3 menit ke depan adalah langkah awal yang baik. Setidaknya, secara ringkas jelaskan apa pokok persoalan yang akan kamu utarakan dalam pidato kamu. Labeli argumen dengan menggunakan M.P.E.R.S. (Moral, Political, Economic, Religious and Social). Ini akan lebih memudahkan mengalirkan dan menyusun argumen kamu, serta memperjelas alur pidato kamu pada pendengar. Utarakan, jelaskan dan berikan ilustrasi dari argumen kamu.


12.Gunakan gerakan tangan untuk menghias argumen kamu. Dengan cara ini, para audiens memiliki gambaran yang lebih jelas dan tidak mudah bosan. Jangan hanya sekedar memberikan poin-poin pidato dengan pendek; ini akan berakhir membosankan dan menunjukkan kekuranganmu dalam kecakapan pembantahan. Jangan cemas, ketika kamu mengucapkan suatu hal yang salah. Klarifikasi pela sambil berusaha untuk tetap tenang. Tim musuh dan suporternya cenderung memberikan tepuk tangan sebagai intimidasi, anggap saja itu dukungan buat kamu, sambut dan nyatakan betapa mereka sangat takut dan kagum dengan setiap argumen yang kamu ucapkan. Camkan! Bahwa pada akhirnya, isi dan akurasi argumen merupakan 2 hal yang mendapatkan penilaian tinggi juga dari juri, tak peduli seberapa baik kamu menyampaikan argumen kamu. 

1 komentar: