Senin, 01 September 2014

Engkau, Rabbku

Sebuah Puisi
Oleh Ismail Sunni Muhammad


Saat bibir ini tak mampu lagi mengucap kata,
Tentang betapa perih luka yang terlanjur busuk menganga,
Engkaulah, penyembuh kalbu yang kunanti senantiasa.

Saat semua yang mata mampu lihat,
Adalah kenangan dosa yang sinis mencerca,
Engkaulah, Pembawa cahaya yang memelukku ramah.

Saat mereka yang mengaku cinta,
Tak acuh, menatap hampa, meninggalkanku merana,
Kau masih setia, bersabar mendengar curhatku di malam sepertiga.

Saat tiap noda murka raut kehidupan menghantui,
Mengombang-ambingkanku dalam mozaik putus asa dan bayang dengki,
Kau bak hujan yang menyegarkan, embun yang membersihkan, pelangi yang mewarnai.

Bila ku tak lagi mampu bersuara,
Bahkan bila sadar lidah ini tak lah ada,
Masih akan ku tasbihkan tiap bulir darah  dalam jantung memompa,
Seraya malu berharap, mampu melihat wajah-Mu yang agung nan mulia,

Kaulah tiap nada yang ku lantun tiap shubuh dan senja,
Kaulah tiap hembus nafas yang mengisi rongga dada,
Kaulah tempatku berpijak, bersujud dalam doa.

Kaulah, segalanya untuk seorang hamba yang faqir dan hina. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar