Selasa, 28 Mei 2013

Bagaimana me-Rebut : Seni berdebat

~ Tips membantah pendapat lawan dalam berdebat [2]



Mari kita mulai dengan beberapa tipe bantahan yang mungkin dibuat oleh masing-masing tim. 


# Tipe2 Kontensi [bantahan]:
  1. Logika. Logika berpondasi pada nalar untuk beralasan. Contohnya, jika mobil A lebih mahal dari mobil B, kamu dapat membantahnya seperti ini, "Mobil B lebih baik dari mobil A, karena selain lebih murah juga logis banget keluarga dengan pendapat terbatas pastinya akan [lebih] memilih membeli mobil B daripada mobil A".

  1. Analogi. Analogi adalah sebuah perbandingan. Misalnya, jika mobil A memiliki kualitas yang jauh lebih tinggi daripada mobil B, kamu dapat membantahnya seperti ini, "Mobil A lebih baik dari mobil B, sederhana karena kualitasnya lebih baik. Kamu bisa membandingkan situasi ini pada seseorang yang akan membeli buah2an. Mobil A layaknya sebuah apel merah sempurna yang ada di pucuk timbunan apel, sedangkan mobil B layaknya buah yang telah membusuk yang ada di bawah timbunan buah selama berminggu2. Masuk akal, bila pembeli lebih memilih apel segar dan ranum daripada buah busuk yang seharusnya dibuang. Jika disamakan dengan apel, maka hanya sedikit orang yang membeli mobil B yang dibuat ala kadarnya, yang mungkin hancur kapan saja dengan cepat saat melaju di lalu lintas".

  1. Fakta/Bukti historis. Suatu kisah, mungkin terjadi dalam hidupmu atau kamu tahu bahwa seseorang telah selesai melakukan riset mengenai kisah itu. Suatu kisah bisa dicontohkan seperti ini, "Pada 1 Januari 2000, kakekku mengendarai sebuah mobil, yang hampir sama persis dengan mobil B, dan kamu tahu apa yang terjadi? Remnya rusak dan dia menubruk tepi jembatan! Beruntungnya, orang tuaku sejak lama mengendarai sebuah mobil yang serupa dengan mobil A selama beberapa dekade dan tak adah hal buruk yang terjadi padanya. Seseorang yang berpikiran logis tentu tidak ingin memiliki akhir hidup layaknya kakekku – tewas karena mobil yang dibuat dengan sangat amat jelek!!".
Sebuah pembelajaran, bisa seperti contoh berikut, "Profesor Ismail akhir2 ini melakukan pembelajaran mengenai mobil. Dalam pembelajarannya yang melibatkan 200.000 orang, dimana 100.000 orang mengendarai mobil A dan 100.000 lainnya mengendarai mobil B. 10% dari mereka yang mengendarai mobil B tewas dalam kecelakaan fatal, dan hanya 1% dari mereka yang mengendarai mobil A mendapat kecelakaan ringan! Jelas sekali, bahwa dari riset ini, mobil A lebih baik daripada mobil B".

# Refutasi [sangkalan/pembuktian kesalahan]
1.      Logika. Buktikan bahwa analisa logis mereka salah. Penyangkalan yang mungkin disampaikan menimpali contoh yang telah diajukan di atas adalah sebagai berikut; “Ya benar, bahwa seseorang dengan pendapatan terbatas mungkin tidak mampu untuk membeli mobil A, namun, pikirkan tentang nilai kehidupan. Apakah pembeli benar-benar ingin mati? Sebagaimana kita semua ketahui, hidup itu, tidak dapat dihargai. Kamu tidak bisa membeli kehidupan. Oleh karena itu, kehidupan itu berharga lebih dari sekedar sejumlah uang! Jelas, lebih baik memilih mobil A dengan kualitas keamanan yang terjamin daripada mengambil resiko mati dengan mengendarai mobil B”.

2.      Analogi. Buktikan kalau analogi mereka tidaklah berfungsi, atau, hanya sedikit menyinggung permasalahan yang dibahas. Contohnya, seseorang membantah perbandingan yang saya ajukan sebelumnya tentang buah dan mobil. Sebuah sangkalan bisa berbentuk seperti ini, “Analogi kamu tidaklah tepat, apel memiliki harga yang sama dengan sesamanya, namun mobil tidaklah demikian. Kamu membutuhkan analogi yang lebih baik karena harga mobil bisa menjadi sebuah faktor sedangkan harga apel tidaklah demikian”.

3.      Bukti/Fakta Historis. Sebuah kisah. Mempertanyakan kevalidan kisah mereka atau menantang uraian detil dari kisah mereka. Contohnya, respon yang mungkin muncul dari kisah yang disebutkan di atas adalah sebagai berikut, “Pertama, kamu tidak bisa membuktikan kalau itu benar-benar terjadi, namun, mari kita meringkasnya. Kemungkinan apa yang menentukan bahwa ada beberapa orang secara acak mengendarai motor B, yang kebetulan ada di sebuah jembatan pada waktu yang sama, ketika rem mereka tidak berfungsi? Kakekmu hanya tidak beruntung. Itu saja. Mengambil kesempatan yang kecil untuk menyisihkan sejumlah uang dapat berbalik memberikan keuntungan yang cukup berguna dalam beberapa tempo ke depan. Disamping itu, kita dapat menarik kesimpulan secara logika bahwa kakek kamu memiliki pendapatan yang kecil karena harga mobil B murah. Bagaimana kamu tahu apakah dia telah memeriksa motornya atau tidak? Karena kita semua tahu, mobil itu begitu murah dan kakek kamu tidak pernah mempermasalahkan itu dan terus memakainya tanpa memeriksanya”.

[Perhatikan, jangan mencoba dan menyakiti perasaan musuh kamu jika kamu dapat menghindarinya. Sekalipun itu adalah salah mereka sendiri jika mereka membawa-bawa suatu kisah dan kamu baru saja menghancurkannya. Ini bukanlah sebuah kisah nyata buat kita, tapi jika itu berkenaan dengan seseorang, mereka mungkin akan merasa terhina jika kamu menghina kakek mereka yang mati dalam kecelakaan mobil yang tragis].

Sebuah pembelajaran. Kamu tidak dapat membuktikan kesalahan2 ini, kecuali jika mereka tampak tidak mungkin terjadi, seperti dalam riset di atas, 100% orang yang mengendarai mobil B mati dalam kecelakaan mobil. Kamu hanya bisa membuat kontensi terlihat tidaklah begitu penting dan berpengaruh. Contohnya, seseorang mungkin meresponnya dengan berkata, “Hah, 10% dari 100.000. Itu HANYA 1000 orang! Lebih masuk akal dan menguntungkan mengambil kesempatanmu untuk memiliki dan menyimpan tumpukan uang!” Juga, gunakan kata “HANYA” di akhir pernyataan untuk membuat pernyataan kamu terdengar dan terasa lebih kuat dan kukuh.

4.      Ingatlah mengapa kamu disini. Kamu dapat membuat pernyataan apapun yang kamu mau. Bahkan jika kamu secara pribadi berpikir mereka adalah orang dengan komen yang paling bodoh sedunia dan pastinya kamu tidak setuju dengan apa yang mereka ajukan. Ingat, bahwa kamu hanya membantah untuk sisi yang kamu bela dan pertahankan – bukan untuk apa yang sebenarnya kamu pikirkan. [kurangi sifat over self-confidence].

# Tips Ekstra:
~ Jangan pernah meminta seseorang untuk membuatkan pidato untukmu. Ini akan menghalangimu mengetahui apa yang sebenarnya akan kamu bicarakan. Kamu dan dirimulah yang harus melakukannya, dan biarkan rekan setimmu melakukan hal yang sama, sepertimu.

~ Jangan melupakan tehnik “rebuttal” yang telah kamu pelajari. Jika kamu dan tim yang lain saling berontak dengan definisi dari topik yang diajukan, pastikan kamu terus memperkuat dan menyatakan mengapa definisimu benar dan definisi mereka salah. Jika mereka lupa mengkonfirm definisi mereka, kamu akan dengan mudah mendapatkan poin nilai.

~ Temukan teman yang senang berdebat. Berdebatlah dengan mereka secara teratur dan sering. Ini akan banyak membantu mengimprovisasi kemampuan berpikir kritismu.

~ Jangan hanya mengetahui kebenaran fakta yang menguntungkan saja, namun juga asal sumber fakta tsb. Kamu dapat sering menggunakan ini ketika kamu benar2 memiliki kontradiksi dengan argumen musuhmu. [membuatmu lebih hemat dan tepat dalam berkata terlalu banyak dan bertele2]. Atau jika kedua tim memberikan bukti fakta yang [masih] terlihat berbenturan sama lain, akan sangat membantu, bila kamu menyebutkan bukti2 fakta kamu benar2 berasal dari sumber2 yang dapat dipercaya.

~ Hanya tulis poin2 penting saja. Jangan menulis beberapa kalimat secara penuh. Itu hanya akan membuatmu kehabisan waktu saja.

~ Biasakan menggunakan analogi atau metode hipotesa kondisional. Cara2 tsb adalah mekanisme hebat untuk mengisi mesin perangmu. Tidak hanya karena mereka sangat efektif, namun juga menghabiskan waktu lebih banyak dari sekadar satu pernyataan sederhana. Gunakan dua metode tersebut untuk berlatih dengan teman satu timmu.

~ Rapatkan kekompakan teman satu timmu. Apakah kamu pernah mendengarkan suatu frase yang berbunyi, “Lebih berharga dari jumlah tiap bagiannya”?. Frase tsb benar2 diterapkan di sini. Dengan berdiri bersama, kamu dapat menghadirkan sebuah bantahan yang jauh lebih kuat daripada bantahan yang kamu bangun sendiri. Sebarkan catatanmu pada teman satu timmu saat musuh menyampaikan pidatonya.

# Catatan:

~ Seranglah argumen tim yang menjadi lawan kamu, bukan menyerang [psikologi] tim musuhmu.

~ Jangan pernah sampai kapanpun, mengakui bahwa kamu salah. Jika kamu tidak memiliki argumen untuk balik menyerang bantahan mereka, lebih baik diam atau melanjutkan argumen yang telah di­-mapping sebelumnya.

~ Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk satu bantahan saja

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar