Senin, 27 Mei 2013

Bagaimana mendapatkan inspirasi untuk menulis?

~ Kiat menulis hebat (1)


Kebuntuan dalam menemukan ide adalah hal yang sangat menyiksa bagi seorang penulis. Terkadang pula, menulis adalah hal yang moody, bergantung dengan keadaan perasaan. Dalam keadaan excited, penulis hampir selalu bisa menuliskan apa yang ada dalam benaknya dengan baik. Sebaliknya, ketika disergap horrible feeling, apakah penulis masih bisa menulis sama baik, lebih baik atau bahkan menjadi lebih buruk daripada saat ia dalam keadaan normal? Itulah setidaknya garis penentu kualitas seorang penulis.

Adalah sangat luar biasa ketika ia mampu menyeimbangkan nalar kreasinya dalam keadaan apapun ia berada. Butuh untuk terus mengasah dan terus mengevaluasi apa yang menjadi kekurangannya. Di antara hal yang dapat membantu meningkatkan balance power seorang penulis, adalah skill dalam menciptakan inspirasi. Tidak lagi menunggu, namun menjemput dan menciptakannya. Sehingga menulis tidak lagi terikat dan terfokus pada suasana hati. Karena memang peran dan fungsi inspirasi sangatlah berarti bagi seorang penulis dengan pengalaman mini. Berikut ini, kiat – kiat sederhana buat kamu untuk membuat inspirasi datang padamu. 

  1. Bawa buku saku kecil atau tape untuk merekam dan mencatat semua inspirasi yang yang muncul tiba – tiba saat itu. Jangan lupa untuk menulisnya kembali dengan tata bahasa yang lebih baik di waktu luang.
  2. Beristirahat dalam suasana yang tenang atau pergi ke tempat yang penuh dengan keramaian. Seperti, duduk di bawah rindang pepohonan di pinggir hutan atau di kebun. Atau berdiri santai di pojok jalan saat jam sibuk.
  3. Dengarkan berbagai variasi musik, seperti lagu dengen genre Jazz atau Country. Musik klasikal juga cukup worthy to try, karena rata – rata memiliki emosi yang cukup dalam. Terutama musik yang dibawakan oleh penyanyi legendaris dan komposer yang hebat.
  4. Menonton sebuah film dan tulis pandangan singkatmu mengenainya berdasarkan batas waktu dan emosi yang lahir di dalamnya.
  5. Membaca karya sastra dan budaya. Tulis juga beberapa poin perbandingan yang mencuat antara satu karya dengan lainnya.
  6. Menulis tentang disiplin keahlian tertentu, seperti seni anyaman tikar tembikar. Fokuskan pada kisah sejarahnya, tahap pembuatannya, dan aspek khusus yang menjadi keistimewaannya.
  7. Mencari topik yang segar untuk didiskusikan di internet. Untuk menjadi penulis, kamu harus senang membaca pastinya.
  8. Mengambil rujukan dari informasi atau data yang sudah lama. Baca kembali kisah kehidupan kamu yang pernah kamu tulis dahulu. Seperti cinta pertama. Atau artikel pertama kamu yang pernah menjadi juara, pernah dimuat atau tidak dua2nya.
  9. Menulislah apa saja secara bebas. Pilih satu tema dan tulis secara kontinyu selama periode waktu tertentu, dengan tanpa memperhatikan ejaan, tanda titik atau bahkan tata bahasa. Kamu juga bisa menggunakan peranti internet sebagai wadah tulisan bebas yang kamu lakukan teratur secara harian, seperti via blogger atau 420 fables.
  10. Memperluas topik ke dalam beberapa pola pikir yang berbeda. Dengan kata lain, menambahkan komposisi yang berbeda dalam sebuah resep tulisan yang sedang kamu masak.
  11. Menciptakan beberapa solusi sebuah masalah. Tulis saja 3 halaman tentang suatu masalah yang sepele namun banyak dialami oleh teman – teman kamu. Fokuskan pada 2 solusi saja dengan penjabarannya.
  12. Menulis dengan diksi persuasif. Runtut dengan mengikutsertakan sisi pro dan kontra dari subjek yang dibahas. Ambil contoh mudah, mengenai Pacar misalnya.
  13. Memainkan game untuk menstimulasi arus pikiran dengan mengatur taktik dan strategi.
  14. Memilih sebuah kata dan dengan cepat menyambungnya dengan kata lain yang berakhiran sama atau berkaitan dengannya. Misal, Kuning, Bunga Matahari, Musim Panas, Musim Salju, Salju, Libur sekolah, dst.
  15. Menulis sebuah jurnal. Pusatkan pada even yang sedang booming atau perasaan kamu sendiri yang menurut kamu menarik untuk ditulis.
  16. Merekam jejak acara atau petualangan dalam hidup kamu. Refleksikan dengan  menyisipkan tiap detil memori yang tersimpan dalam ingatan kamu tentang acara / petualanganmu itu.
  17. Merekam detak emosi. Tulis dengan penuh perasaan tiap emosi yang kamu alami, marah, putus asa, sedih, dendam, senang dan kecewa. Tulis secara jujur dan detil.
  18. Membuat dunia fantasi nyata dalam tulisanmu.
  19. Menceritakan hasrat atau impian yang ingin kamu realisasikan dalam hidupmu. Seperti semangat berkebun atau tentang anak2mu / teman2mu.
  20. Gunakan menulis sebagai perantara untuk melarikan diri dari realita alam nyata. Ketika kamu tidak bisa menerima / bisa menerima kenyataan yang terjadi padamu, leburkan semua berontakmu / penerimaanmu dalam kata.
  21. Tulislah sesuatu yang menjadi penyebab hal – hal yang menarik perhatian masyarakat. Seperti pemanasan global, dll.
  22. Rekamlah beberapa poin menarik sebuah cerita pada beberapa lembar kertas warna – warni kecil. Gabungkan menjadi satu, campur adukkan lalu pilih setting, karakter dan plot yang menarik untuk dijadikan sebuah cerita.
  23. Duduk dan Teliti. Perhatikan tiap orang yang lalu lalang tanpa menjustifikasi mereka. Usahakan untuk membayangkan bagaimana masa lalu mereka sebagai proses pengembangan karakter dalam imajinasimu.
  24. Buat tulisan ringan ala kadarnya dan lihat kembali setelah beberapa hari. Baca ulang tulisan tsb untuk kemungkinan munculnya ide lain.
  25. Dengarkan percakapan atau diskusi teman2 kamu untuk memperoleh sebuah ide. Bayangkan apa yang terjadi sebelum atau akan terjadi setelah kamu mencuri dengar percakapan mereka.
  26. Imajinasikan sebuah kisah tentang kehidupan seseorang berdasarkan penampilan, kelakuan mereka atau buku yang mereka baca.
  27. Gambarkan tingkah seseorang ketika mengendarai sepeda pancal atau sedang menyiapkan bekal sarapan.
  28. Buat serangkaian percapakan antara dua karakter yang berlawanan. Percakapan ini musti menyinggung hal yang realistis hingga akan tampak lebih hidup dan masuk akal.
  29. Tulislah rincian deskriptif tentang karakter utama suatu cerpen, novel atau film. Lebih terpusat pada pemilahan pola pikir mereka yang telah terpengaruh oleh pengalaman masa lalu mereka.
  30. Menulis mengenai gambaran sebuah objek tertentu, seperti pusaka keluarga, hadiah cinta, dll.
  31. Berusaha untuk selalu berpikiran terbuka. Memberi dirimu periode waktu untuk mencurahkan konsentrasimu pada sebuah subjek sebelum mempertimbangkan munculnya ide baru.
  32. Berjalan di taman. Pikiranmu mungkin akan menjadi lebih segar, merasa lebih kreatif dan bebas ketika berasosiasi dalam waktu istirahat atau ketika disibukkan dengan aktifitas2 lain yang ringan dan menyenangkan.
  33. Baca majalah. Perhatikan kabar sastra, perhiasan, wisata, seni kerajinan tangan atau apapun yang kamu sukai.
  34. Perhatikan hal apapun di sekelilingmu dengan mengambil langkah yang berbeda. Seseorang mungkin akan melihat rerumputan sebagai hal yang liar atau mengganggu. Cobalah melihatnya layaknya bunga Dandelion yang sedang merekah.
  35. Ekspresikan emosimu. Tulis semua jeritan hatimu ketika kamu marah, sedih, senang atau sakit.

# Tips Ekstra dan Perhatian:
~ Berusahalah untuk selalu memiliki atau membawa pen dan buku catatan ekstra, dimanapun dan kapanpun.
~ Jangan lupa untuk memperkaya tehnik2 mengolah pikiran dan ide. Itu membantumu untuk menulis lebih cepat, tepat dan hemat.
~ Hindari plagiat. Sertakan sumber asal kamu mengutip atau mengambil informasi. 

2 komentar:

  1. Blognya bagus. Bisa memberikan inspirasi buat para penulis mula

    BalasHapus